Flooring, Waterproofing, Repair Concrete, Protective Coating, etc

 

PROTECTIVE COATING – High Chemical Resistant Lining

  • Epoxy Lining
  • FRP Lining

WATERPROOFING WORKS

  • Waterproofing Membrance
  • Waterproofing Coating
  • Waterproofing Integral

FLOORING WORKS

  • Floor Hardener
  • Super Flat Floor
  • Polish Concrete
  • Epoxy Finish
  • Polyurethane Finish

CONCRETE REPAIR

  • Jacketing
  • Wrapping
  • Strengthening
  • Injection
  • Patching
  • Grouting
  • Rendering

1. PROTECTIVE COATING

Beton yang selama ini kita kenal sebagai bahan anti Corrosive sebenarnya juga bisa mengalami Corrosive sebagaimana Corrosive yang terjadi pada struktur baja, Corrosive yang dimaksud pada beton adalah kerusakan material beton yang diakibatkan oleh proses kimia yang terjadi didalamnya, Struktur beton yang rentan terhadap Corrosive adalah :
  • Struktur yang terletak di lingkungan laut, seperti platform offshore, dermaga, jetty, dsb.
  • Struktur yang terletak di dalam tanah, seperti pondasi, basement, terowongan, dsb.
  • Struktur yang terletak di lingkungan karbondioksida yang tinggi.
  • Struktur yang isinya terdapat kandungan chemical tertentu yang sangat tinggi.

PT. Saeniki Asto Mesindo sangat berkonsentrasi pada pekerjaan proteksi beton yang sering kita
applikasikan pada proyek-proyek PLTU, PLTA, maupun Project-project Heavy Industri lainya, adapun
beberapa pekerjaan Anti Corrosive dan Protective Coating antara lain :
A. High Chemical Resistant Linning

Pekerjaan proteksi concrete atau beton yang berbahan dasar epoxy novolac untuk melindungi concrete atau beton dari senyawa kimia yang keras dan aggresive seperti Acetic Acid, Choromic Acid Citric Acid, Ammonium Hydroxide, Oil, dll.

B. Epoxy Linning

Pekerjaan proteksi concrete atau beton yang berbahan dasar epoxy resin untuk melindungi concrete atau beton dari senyawa kimia yang rendah seperti Sulfuricacid, Sodium hydroxide, Amonia, Petrol, Oil, dll.

C. FRP Linning

Pekerjaan proteksi concrete atau beton dengan sistem multi layer yaitu menggunakan material lembaran non wiven fiber yang dipasang dengan material epoxy novolac, epoxy resin atau resin catalyst.

2. FLOORING

Flooring adalah pekerjaan pelapisan permukaan lantai beton dimana terdapat banyak sistem dan jenis material yang bisa kami applikasikan tergantung dengan fungsi dan kegunaan masing-masing.

A. Floor Hardener.

Floor hardener adalah pekerjaan pengerasan permukaan concrete dimana hasil akhir yang akan dicapai adalah kondisi lantai yang mempunyai ketahanan terhadap abrasi lebih tinggi dibandingkan lantai yang finishingnya tidak memakai floor hardener. Selain itu floor hardener juga seringkali digunakan untuk mendapatkan suatu hasil tertentu yang dimaksudkan untuk tujuan arsitektur, sehingga pada jenis pekerjaan ini kerapian hasil kerja menjadi tujuan utama, untuk hasil yang baik dan bagus aplikasi floor hardener kami telah menyiapkan suatu langkah dimana alat penunjang kerja maupun sumber material yang digunakan harus betul-betul yang berkualitas baik. Hal lain yang sangat menentukan adalah sumber daya manusia yang terampil dan berpengalaman merupakan peranan penting mengingat hasil akhir dari pekerjaan ini sangat tergantung dari tenaga kerja, baik tenaga kerja langsung maupun pengawas.

B. Polish Concrete

Pekerjaan Polished Floor Concrete adalah adalah pekerjaan penggosokan permukaan concrete baru maupun lama menggunakan mesin Polish bermata diamond dan menggunkan material definsier dan glossy selaer dimana hasil akhir yang akan dicapai adalah kondisi lantai lebih mengkilap, lebih tahan gores dan mudah untuk perawatan dari debu dan kotoran.

C. Epoxy Finish

Berbeda dengan proses aplikasi floor hardener, proses aplikasi Epoxy dilakukan pada saat beton lantai sudah setting dan kering sempurna atau bahkan lantai sudah digunakan. Karena sistim aplikasi yang demikian maka kondisi kritis dari pelaksanaan pekerjaan ini lebih banyak dibandingkan floor hardener mengingat bahan yang digunakan relatif mahal. Kesalahan sekecil apapun harus dihindari baik itu pemilihan jenis material, persiapan lahan, proses aplikasi maupun kepekaan terhadap kondisi lingkungan. Untuk dapat melaksanakan pekerjaan ini dengan baik PT. Saeniki Asto Mesindo memiliki sumber material maupun peralatan pendukung yang baik sehingga mampu melaksanakan pekerjaan ini sesuai tujuan pemakaian,ada beberapa pekerjaan yang termasuk dalam epoxy finish yaitu :

  • Epoxy Coating (Ketebalan 0,2 – 1mm)
  • Epoxy Self Levelling / Self Smoothing (Ketebalan 1 –3mm)
  • Epoxy Mortar (Ketebalan 4 – 5mm)
  • Epoxy Anti Static (Pengontrolan lantai Anti statis pada area tertentu)
  • Epoxy Chemical Resistant
  • Epoxy Mechanical Abration
  • Epoxy Arsitektur, Dll.

D. Polyurethane Concrete

Pekerjaan Polyurethane Concrete adalah pekerjaan finishing lantai menggunakan bahan dasar polyurethane, dimana sistem aplikasinya hampir sama dengan pekerjaan epoxy finish, kelebihan dari bahan polyurthane ini adalah :

  • Memiliki daya rekat atau adhesi yang cukup baik
  • Memiliki ketahanan yang baik terhadap penyusutan
  • Memiliki fleksibilitas yang tinggi
  • Proses curingnya relatif lebih singkat
  • Memiliki ketahanan abrasi / ketahanan gesek yang bagus
  • Memiliki ketahanan yang baik terhadap bahan kimia
  • Tahan terhadap sinar matahari atau cuaca luar

E. Flat Floor

Pekerjaan pengecoran dengan metode flat floor adalah pengecoran lantai dengan metode dan alat yang digunakan secara khusus bertujuan untuk membuat permukaan dari lanati tersebut lebih rata dibandingkan dengan pengecoran lantai biasa. Tujuan penggunaan metode ini adalah untuk meminimalisir adanya gelombang yang biasa terjadi pada hasil akhir pekerjaan pengecoran lantai. Selain terlihat jelek dari sisi estetika, lantai yang bergelombang juga akan menyebabkan genangan – genangan air di area yang basah. Lantai yang rata sangat dibutuhkan di bangunan atau area yang biasanya dijadikan untuk tempat penyimpanan dengan rak stok stok yang berukuran tinggi seperti warehouse, pabrik, dan bangunan sejenisnya. Hal tersebut agar kondisi rak stabil sehingga barang yang disimpan bisa lebih aman. Kami mengikuti proses standarisasi seperti TR34, ASTM, DIN yang sering dipakai dalam kebanyakan Gudang Modern.

3. WATERPROOFING

Waterproofing adalah suatu bahan yang diaplikasikan pada suatu konstruksi dengan tujuan untuk melindungi konstruksi bangunan tahan terhadap air agar tidak masuk ataupun keluar dengan kata lain kedap atau tahan terhadap air. Ruangan yang umumnya diapplikasikan waterproofing antara lain adalah atap, basement, kamar mandi, kolam renang, dan ruangan basah lainnya. Kami PT. Saeniki Asto Mesindo dapat mengaplikasikan berbagai macam tipe waterproofing, antara lain :

A. Waterproofing Membrance

Waterproofing membrane adalah suatu bahan yang berupa lembaran berbahan asphalt polymer yang diaplikasikan dengan cara dilekatkan pada beton atau bahan lain yang akan direncanakan dan mempunyai ketahanan terhadap air. Waterproofing membrane mempunyai beberapa type dan jenis dari cara aplikasinya :

  • Built up Roofing
  • Torching Membrane Waterproofing
  • Self Adhesive Waterproofing
  • Synthetic Membrane Waterproofing

B. WATERPROOFING COATING

Waterproofing Coating adalah Suatu jenis material waterproofing yang berupa liquid, cairan atau berbentuk powder yang dicampur dengan cairan yang aplikasinya dengan cara dilapiskan dengan Hand trowel, kuas, roll atau spray. Waterproofing coating mempunyai beberapa type dan Jenis yaitu : Bitumen based, Cement Based, Crystalline, Acrylic Based, Polyurethane based.

C. WATERPROOFING INTEGRALL

Waterproofing Integrall adalah modifikasi waterproofing dalam bidang waterproofer applikasinya adalah dengan mencampurkan material waterproofing tersebut kedalam beton segar dengan setting slump yang sudah ditentukan tujuanya adalah membuat beton lebih kedap air dan mampu melindungi beton dari rembesan air, uap air dan tekanan air, ada dua macam bahan waterproofing Integrall yaitu berbentuk liquid (cairan) dan berbentuk powder, sementara untuk type dan jenis waterproofing Intergral ada dua juga yaitu :

  • Integral Plasticiser atau biasa disebut waterproofing integral hydropobic
  • Integral Crystalisasi atau Integral Kristalin

4. REPAIR CONCRETE

Pekerjaan repair concrete adalah perbaikan concrete baik secara bersifat struktural maupun non- struktural, baik struktur bangunan baru yang sedang dalam pelaksanaan maupun struktur lama yang bertujuan mengembalikan atau mengoptimumkan fungsi bangunan agar bisa bernilai ekonomis kembali, ada beberapa pekerjaan repair concrete antara lain yaitu :

A. Jacketing B. Wrapping C. Strengthening D. Injection E. Patching F. Grouting G. Rendering

5. POLYURETHANE SPRAY

Pekerjaan Polyurethane Spray adalah Insulasi terhadap panas menggunakan bahan Polyurethane Foam yang dibentuk dari reaksi antara Polyol blended & Isocyanate (komponen A & B) dicampur dengan mesin khusus. Campuran tersebut akan mengembang dalam beberapa detik dan berbentuk foam yang padat (close cell). Polyurethane foam dapat dicetak seperti balok, lembaran dan di-spray sesuai kebutuhan. Polyurethane Foam memiliki Thermal Conductivity yang paling rendah dibandingkan dengan bahan insulation yang ada, sehingga sangat efektif untuk menahan suhu panas atau sebaliknya.